Baru-baru ini, saya sangat ingin makan gyudon lagi, tapi stok daging sapi iris tipis khas Jepang di rumah habis. Saya tetap nekat memasak dengan daging yang lebih tebal dari supermarket, dan siapa sangka—hasilnya justru paling enak yang pernah saya buat! Rahasianya ada pada sedikit perubahan bumbu dan cara memasak.

Resep Gyudon ala Yoshinoya
Bahan (untuk 3 porsi):

Daging sapi iris tipis – 220-250g
Bawang bombay – ½ buah, iris tipis
Daun bawang – 1 batang, iris tipis
Kaldu katsuobushi – 320-350ml
Dashida (kaldu sapi Korea) – 1 sdt
Minyak goreng – secukupnya
Bumbu:

Kecap asin – 5 sdm
Sake – 3 sdm
Mirin – 3 sdm
Gula – 2,5 sdm
Jahe – 1 ruas, iris tipis
Pelengkap:

Nasi putih hangat
Acar jahe merah
Bubuk cabai Jepang
Cara Membuat:
Campur semua bahan bumbu hingga gula larut.
Tumis daging tanpa minyak hingga keluar airnya, lalu tiriskan dan buang airnya.
Masukkan bumbu ke dalam wajan, didihkan, lalu masukkan kembali daging dan masak sebentar agar meresap.
Angkat daging, lalu campurkan sisa bumbu ke dalam kaldu katsuobushi.
Tumis bawang bombay dan daun bawang hingga layu, lalu tambahkan kaldu dan dashida. Didihkan beberapa menit.
Masukkan kembali daging, masak sebentar, lalu sajikan di atas nasi hangat dengan acar jahe dan bubuk cabai.
Tips:
Gunakan hondashi (kaldu instan Jepang) jika ingin rasa yang lebih autentik.

Selain gyudon, saya juga membuat salad sederhana dengan jamur kuping dan soun (yang ternyata sudah keras seperti batu! 😂). Supnya pun dibuat dari kaldu ayam panggang dengan tambahan telur, kol, dan lobak.

Akhirnya, gyudon impian saya tersaji di meja! Saya menikmatinya dengan banyak acar jahe merah dan bubuk cabai—persis seperti di Yoshinoya. Rasanya luar biasa! 😋

Besok, saya akan sibuk memasak bouillabaisse (sup ikan Prancis) untuk tamu. Hari ini, seharian berkutat dengan tulang ikan untuk membuat kaldu. Tapi tidak apa-apa, karena makanan enak selalu sepadan dengan usaha! 💪🔥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *